Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Paylater, Antara Penolong Dan Penodong

Paylater, Antara Penolong Dan Penodong

Hallo sobat jedanulis.com,pasti tidak awam dong ya dengan yang namanya paylater. 

Bagi yang belum paham, paylater dalam pengertian singkat ialah Beli sekarang, bayar nanti. Paylater merupakan jenis pembiayaan jangka pendek yang memungkinkan konsumen melakukan pembelian sekarang dan membayarnya di masa mendatang

Paylater biasanya ada didalam fitur suatu ecommerce. Semisal shopee dengan SPaylater, dan lain-lain. 

Seiring dengan maraknya paylater ini dapat kita nilai dengan sisi positif maupun sisi negatif. Meskipun sangat membantu, tentu saja selalu ada sisi negatif dadi suatu hal. Karena yang maha sempurna hanya Tuhan Semata.. Aseekk. Heheee.. 

Paylater memang menawarkan transaksi online dengan metode beli sekarang bayar nanti (Buy Now Pay Later/BNPL) ataupun dilakukan secara mencicil.

Paylater merupakan jenis fasilitas utang pembiayaan. Misalnya seseorang membeli sesuatu yaitu barang ataupun jasa dan pembayaran dilakukan oleh pihak pemberi utang di salah satu e-commerce.

Paylater memang menguntungkan bagi masyarakat yang apabila pada waktu itu tidak mempunyai uang tunai. Ataupum mereka yang tidak ingin menggunakan uang tunainya untuk melakukan pembayaran.

Ini juga menandakan salah satu keuntungan bagi mereka yang harus membeli barang atau jasa karena urgent. Karena mendesak, tetapi mereka tidak memiliki uang.


Mewaspadai Paylater 

Ingat ya sob, selalu ada risiko dari hal apapun yang kita lakukan. 

1. Nafsu Belanja Karena Napsu

Namun, kami admin jedanulis.com tetap mengjimbau agar pengguna paylater dapat memanfaatkannya dengan perhitungan yang sesuai kebutuhan. Sebab ada sejumlah kesalahan yang seringkali dilakukan oleh pengguna paylater yang akhirnya merugikan diri sendiri. Seperti halnya menggunakan untuk hal-hal yang sifatnya keinginan individu.

Contoh kasusnya misal, melihat barang yang lucu, unik, atau bahkan tergiur adanya iklan besar-besaran dan akhirnya membeli menggunakan paylater. 


2. Siapkan uang, Jadikan Paylater opsi kedua

Seharusnya penggunaan paylater dijadikan pilihan alternatif pembayaran terakhir.

Alternatif pertama adalah siapkan dulu uangnya, tetapi ketika itu mendesak dan kita harus bayar sekarang dan kita ga ada uangnya, silakan pakai paylater. Tapi kalau barangnya hanya sekedar keinginan, maka itulah kesalahan pertama dilakukan oleh para pengguna paylater. 


3. Terlambat Bayar, Denda Mengejar

Kesalahan umum pengguna paylater ialah pengguna tidak membayar tagihan tepat waktu. Fasilitas utang merupakan hal yang harus dibayarkan secara lunas. pembayaran di paylater dapat dilakukan secara sistem cicil. Untuk itu pikirkan sebelum menggunakan paylater. 

Pembayaran tagihan yang tidak tepat waktu berdampak pada adanya tambahan biaya yakni denda keterlambatan. Denda tersebut nantinya akan menjadi beban pada pembayaran pada bulan berikutnya. 


4. Menganggap Enteng Pembayaran Paylatter

perkembangan pengguna paylater di Indonesia cukup tinggi. Hal itu tampak dari kemunculannya diberbagai aplikasi, mulai dari marketplace hingga perbankan. kehadiran paylater akan menjadi sebuah jebakan untuk pengguna yang tidak memiliki perencanaan keuangan sebelumnya.

Jebakan yang dimaksud itu yaitu pengguna yang tidak bisa mengendalikan utang-utangnya. Akhirnya tak hanya pengguna namun pihak pemberi utang juga mengalami kesulitan ketika tagihan tidak dibayarkan.

Layanan pembayaran sistem paylater menjadi salah satu kemudahan kepada masyarakat di era digital. Aplikasi e-commerce juga menyediakan pilihan pembayaran dengan paylater. Misalnya Shopee, Bukalapak, Kredivo, Traveloka, dan lainnya.


5. Pahami Profil Risiko

Untuk mengatasi risiko yang ditimbulkan, maka setiap individu dapat mempelajari terlebih dahulu risiko dan tujuan pembelian barang menggunakan paylater.

Pengguna juga wajib memahami konsekuensi-konsekuensinya. 

Sehingga kalau sudah berani berhutang maka juga harus berani untuk bertanggung jawab dengan membayar cicilan tepat waktu. 


6. Menyasar Generasi Muda

paylater saat ini juga tidak hanya menyasar kepada para generasi muda yang lebih penasaran dengan fitur baru. Yakni Generasi X atau bahkan Baby Boomers juga sudah mulai aktif menggunakan fitur online modern tersebut untuk berbagai tujuan.

Entah mengajar promo ada juga yang kemudian untuk pengelolaan keuangan karena sambil menunggu masa gajian mungkin terlalu lama sementara barang yang ingin dibeli dibutuhkan dalam jangka waktu singkat sehingga mereka menggunakan fitur paylater.


Begitulah hidup, kalau ada yang sulit mengapa harus yang mudah. Dunia memang sudah terbalik. Paylater memang membuat segalanya terasa sangat amat praktis, namun selalu ingat pahami profil risiko masing-masing.

Salam sehat, salam waras. Ingat, stop tipu-tipu, Stop Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Kabar sehat disini, semoga  disana juga ya.


Admin jedanulis

Posting Komentar untuk "Paylater, Antara Penolong Dan Penodong"